Desain Rumah Klasik Elegan

desain 3d

Fasad bergaya klasik memiliki kelebihan tersendiri, yaitu bersifat abadi, tidak termakan zaman. Gaya klasik membuat tampilannya tampak elegan. Bentuk klasik terlihat pada jendela serta kepala dan kaki kolom balkon. Desain tersebut hadir dalam garis-garis yang lebih sederhana sehingga fasad yang dihasilkan terasa lebih ringan. Kesan ini diperkuat dengan pemilihan warna yang sebenarnya berkesan modern, yaitu abu-abu dan putih.

Tidak hanya bentuk-bentuk klasik semata , prinsip proporsi arsitektur klasik mendapatkan komposisi fasad rumah ini. Gaya klasik tempo dulu dihadirkan melalui ornamen yang merupakan  aplikasi gaya klasik eropa. Warna upholstery merah marun menyesuaikan warna finishing merah tua. sementara itu, warna hijau lumut sebagai panduannya memperkuat karakter gaya klasik tempo dulu.

Nuansa Tropis Mediterania Jawa

Ciri khas bangunan mediterania adalah dominan dengan bentuk bangunan beratap limas dengan kemiringan  rendah (flat roof) dan hampir seluruh dindingnya difinishing alamin dengan batu alam. Sentuhan aksen unik berupa lubang-lubang ornamentasi terlihat pada fasadnya sendiri. Ciri lainnya yang menunjukkan identitas mediterania adalah keberadaan portico dan kanopi yang menaungi bagian teras dan jendela serta munculnya bentuk-bentuk menara yang berfungsi sebagai jalur udara.

Eksotis Tema Etnik Jawa

Gaya etnik memiliki tampilan yang sangat khas, contohnya etnik jawa. Elemen-elemen gaya ini, misalnya bentuk, bahan, warna, corak, dan ornamennya memberikan atmosfer yang hangat, eksotis, terkadang misterius, Gaya etnik jawa ini benar-benar tercermin dalam setiap elemen, partisi, dan pernik-pernik lainnya.

Nuansa Neoklasik

Bentuk ini terlihat dari komposisi elemen yang serba simetris. Konsep ini diimbangi oleh dominasi teritis yang lebar dan deretan jendela untuk sirkulasi udara. Fasadnya didominasi oleh warna putih gading dan cokelat serta dihiasi cladding dengan batu sandstone yang dipadukan dengan batu ukiran pada batu mocca cream serta profil pada lispang.

Modern Kontemporer

Gaya modern kontemporer memiliki langit-langit tinggi, dua kali ketinggian plafon  biasa, dan menggunakan sistem plafon tempel yang mengikuti sistem plafon tempel yang mengikuti kemiringan atap, sehingga ruang dalam berkesan lega. Kesan modern kontemporer tampil secara total melalui pemilihan materi berupa paduan kayu, meta, dan kaca dalam bentuk yang sangat fantastis serta permainan warna yang berani.

Retro Art Deco

Gaya art deco muncul awal tahun 1925. Bentuknya tidak memiliki detail  yang rumit, dan menganut aliran kubisme  dengan bentuk geometris  seperti kubus, lingkaran, segi tiga, garis tegas yang massif, dan simpel. Bahan kayu lapis banyak digunakan  untuk menghasilkan  bentuk lengkung atau melingkar. Paduan bahan lainnya adalah kulit, kaca, serta metal krom. Warna pucat dan netral seperti krem, beige, lime green, emas dan krom digunakan untuk soft furnishing. Beberapa gaya art deco dapat dilihat pada bangunan peninggalan zaman belanda.

American Country

Gaya yang diambil dari gaya pedesaan amerika ini sangat khas, terlihat dari bentuk-bentuk yang dinamis dan natural sehingga jauh dari kesan kaku atau dingin, bentuk lengkung, serta ornamen yang dekoratif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *